Oleh: RA & KH
1.
Animisme
Perbedaan
alam sekitar antara masyarakat yang satu dengan yang lain membedakan cara
pandang masyarakat Indonesia, antara Indonesia yang beradab dengan Indonesia
primitif. Kepercayaan masyarakat primitif terhadap hal-hal yang berbau mistis
seperti pohon besar, hutan rimba dll membuat manusia menjadi kecil dan tak
berdaya menghadapi serta mengatasi alam. Sehingga pada masa inilah berlaku
hukum dialektika, yakni perubahan bilangan sedikit demi sedikit, lama kelamaan
menjadi pertukaran sifat (quantity into quality). Manusia primitif percaya
bahwa segala sesuatu itu mengandung jiwa, bernyawa. Paham ini oleh para ahli
dinamakan kepercayaan animisme. Dengan itu manusia primitif memuja pada salah
satu hal yang dianggap paling kuat.
Ketika manusia
dibelahan bumi lain telah maju dengan menjinakkan alam, menjadikan alam tunduk
pada kebutuhan manusia. Banyak suku-suku primitif dan pedalaman di Indonesia yang
masih berkutat dengan kepercayaan animismenya.
2.
Kepercayaan India
Penyerangan
bangsa Arya kepada bangsa asli india (Dravida) menyebabkan dampak yang sangat
luar biasa pada perbendaharaan agama di negara tersebut. Perpaduan dua budaya
lantas menghasilkan suatu agama yang kemudian disebut dengan Hindu. Pada masa
itulah berkembang yang namanya sistem kasta. Mulai dari kasta Brahmana yang
terdiri dari pendeta-pendeta yang mengajarkan ajaran Hindu. Kasta Ksatria
sekelompok prajurit yang bertugas memerangi segenap pemberontak yang menentang
kasta Brahmana (yang sering kita sebut dengan kasta Sudra), serta kasta Waisya
yang terdiri dari pedagang-podagang serta wirausahawan sejenisnya. Dari sinilah
mulai muncul gagasan dari seseorang yang bernama Sidarta Ghautama yang
mempelopori penolakan terhadap kebudayaan kasta yang tengah merajalela saat
itu. Sehingga golongan yang mendukung gerakan Sidarta tersebut disebut dengan
kelompok Budhisme yang kemudian menjadi ajaran agama Budha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar