Selasa, 03 Juni 2014

LANJUTAN PANDANGAN HIDUP TAN MALAKA

Oleh: RA & KH

1.    Animisme
Perbedaan alam sekitar antara masyarakat yang satu dengan yang lain membedakan cara pandang masyarakat Indonesia, antara Indonesia yang beradab dengan Indonesia primitif. Kepercayaan masyarakat primitif terhadap hal-hal yang berbau mistis seperti pohon besar, hutan rimba dll membuat manusia menjadi kecil dan tak berdaya menghadapi serta mengatasi alam. Sehingga pada masa inilah berlaku hukum dialektika, yakni perubahan bilangan sedikit demi sedikit, lama kelamaan menjadi pertukaran sifat (quantity into quality). Manusia primitif percaya bahwa segala sesuatu itu mengandung jiwa, bernyawa. Paham ini oleh para ahli dinamakan kepercayaan animisme. Dengan itu manusia primitif memuja pada salah satu hal yang dianggap paling kuat.
Ketika manusia dibelahan bumi lain telah maju dengan menjinakkan alam, menjadikan alam tunduk pada kebutuhan manusia. Banyak suku-suku primitif dan pedalaman di Indonesia yang masih berkutat dengan kepercayaan animismenya.


2.    Kepercayaan India
Penyerangan bangsa Arya kepada bangsa asli india (Dravida) menyebabkan dampak yang sangat luar biasa pada perbendaharaan agama di negara tersebut. Perpaduan dua budaya lantas menghasilkan suatu agama yang kemudian disebut dengan Hindu. Pada masa itulah berkembang yang namanya sistem kasta. Mulai dari kasta Brahmana yang terdiri dari pendeta-pendeta yang mengajarkan ajaran Hindu. Kasta Ksatria sekelompok prajurit yang bertugas memerangi segenap pemberontak yang menentang kasta Brahmana (yang sering kita sebut dengan kasta Sudra), serta kasta Waisya yang terdiri dari pedagang-podagang serta wirausahawan sejenisnya. Dari sinilah mulai muncul gagasan dari seseorang yang bernama Sidarta Ghautama yang mempelopori penolakan terhadap kebudayaan kasta yang tengah merajalela saat itu. Sehingga golongan yang mendukung gerakan Sidarta tersebut disebut dengan kelompok Budhisme yang kemudian menjadi ajaran agama Budha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar